Pemkab Blora Bantah Ganjar Terkait Klaster PTM

 



BLORA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora membantah pernyataan Gubernur Jawa tengah Ganjar Pranowo mengenai munculnya Klaster Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Blora. 

Wakil Bupati Tri Yuli Setyowati mengungkapkan, temuan tersebut terjadi saat Pemkab melakukan screening sebelum dilaksanakannya PTM sebagai bentuk antisipasi agar tidak terjadi penularan.

“Kemarin klaster PTM yang dikatakan Pak Ganjar adalah awal pada waktu kita mau tatap muka, di awal tatap muka, guru-guru kita lakukan antigen semua. Ada 44 guru yang dinyatakan positif, dan langsung sebelum tatap muka para guru kita isolasi mandiri, jadi belum sampai tatap muka” jelas Tri Yuli, Kamis (23/9).

Etik sapaan Tri Yuli menjelaskan, evaluasi dan pengawasan kegiatan PTM di Kabupaten Blora akan terus dilakukan secara ketat sesuai dengan arahan dari Gubernur.

“Jadi kemarin hasil rakor dengan Pak Gubernur, disampaikan bahwa kita harus melakukan pengawasan secara ketat, dan kita selalu evaluasi dengan dinas pendidikan” ungkapnya

Sejalan dengan itu, Wabup juga mendorong adanya percepatan vaksinasi di Kabupaten Blora, termasuk bagi lansia dan anak-anak. Pihaknya menambahkan, bahwa sampai saat ini capaian vaksinasi di Blora sudah 27,4% dan secara normatif pasokan vaksin berjalan normal.

“Untuk hari ini kita lakukan vaksinasi juga untuk anak-anak sekolah usia 12 tahun ke atas,” tandasnya. 

Sementara itu, Kapolres AKBP Wiraga Dimas Tama, juga menjelaskan bahwa sebelum dilakukan PTM lalu, random testing secara masif bagi tenaga pengajar sudah dilakukan, dan ditemukan 44 orang yang terindikasi positif.

“Temuan yang disampaikan mengenai adanya klaster, jadi kemarin dari Pemda sudah membuat program sebelum kegiatan pelajaran tatap muka, kita harus mempersiapkan tenaga pengajar agar jangan sampai mereka terindikasi positif. Jadi semuanya kita laksanakan swab antigen 8 ribu plus swab PCR, hasilnya diketemukan kurang lebih 44 yang terindikasi positif. 8 sekolah kita tutup, ditutup oleh Pemkab untuk tidak melaksanakan tatap muka, dan yang positif dilaksanakan isolasi mandiri” katanya.

Dari hasil tersebut, imbuh Kapolres, kemudian kontak erat kita periksa dan dari 44 itu tidak semua keluarga terdekatnya terpapar, hanya beberapa saja dan sekarang sudah masa penyembuhan kurang lebih 95% sudah sembuh.

Selain itu, Kapolres mengungkapkan bahwa saat ini random swab antigen di Kabupaten Blora akan terus digencarkan, terutama bagi para pelajar.

“Kami bekerjasama dengan Dinkes melaksanakan random swab antigen kepada adik-adik pelajar, karena indikasi di beberapa kota sudah ditemukan, dan hari ini kita sudah melaksanakan” tegasnya

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blora Edy Widayat menjelaskan bahwa upaya 3T akan terus digiatkan. Koordinasi dengan berbagai pihak akan terus dilakukan dalam memastikan kegiatan PTM berjalan lancar. Pihaknya juga terus mendorong percepatan vaksinasi bagi para lansia maupun para pelajar.(Ag/Nd)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel