Tingkatkan Ekonomi Warga, KPH Blora Lakukan MOU Dengan LMDH Terkait Agroforestry Tanaman Tebu




BLORA  - Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Blora melaksanakan Penandatanganan  Perjanjian Kerjasama (PKS) dengan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) dalam pengelolaan tanaman agroforestry tebu di wilayah Bagian Kesatuan Hutan Kalonan dan Ngawenombo yang bertempat di ruang aula Kantor Perum Perhutani KPH Blora Rabu, (28/07/2021).

Dalam kerjasama tersebut agroforestry tanaman tebu direncanakan pada kawasan hutan seluas 222,78 Hektar yang berada di Dua wilayah yaitu Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Kalonan dan Ngawenombo dengan menerapkan kerjasama yang mengacu pada Surat Keputusa Direksi Perum Perhutani Nomor 682 tahun 2009 tentang Pedoman Pengelolaan Sumbar Daya Hutan (SDH) bersama masyarakat (PHBM).  

Administratur Perum Perhutani KPH Blora Agus Widodo, dalam sambutannya menjelaskan bahwa Penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) agroforestry ini merupakan bagian dari penanganan tenurial tebu dalam kawasan  hutan dengan harapan dapat memberikan manfaat, ekonomi, ekologi dan sosial bagi warga sekitar hutan sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan.

”Semoga kerjasama ini menjadi momentum yang bagus dalam rangka pengelolaan hutan dikawasan hutan KPH Blora sehingga akan terwujud fungsi dan manfaat hutan lestari dan masyarakat sejahtera “Ujarnya.

Agus Widodo juga menegaskan dalam kerjasama ini harus jujur terbuka sehingga barokah mengenahi hak dan kwajiban tiap-tiap LMDH shering sesuai dengan ketentuan yang disepakati dalam PKS yaitu untuk penggarap 70% dan untuk Perhutani 30%.

Sementara itu Camat Kunduran Hartanto Wibowo, menyampaikan terima kasih pada pihak Perhutani KPH Blora atas diresmikannya tanaman tebu masysrakat yang dilakukan dengan 6 Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) di wilayah Kecamatan Kunduran dan Kecamatan Todanan sehingga petani tidak perlu khawatir dengan tanamanya kalau resmi barokah bagi Masyarakat. 

"Petani juga diperbolehkan menanam tanaman apa saja pada lahan Perhutani asal tidak tanaman yang di larang oleh pemerintah.”Unkapnya.

Dengan adanya Perjanjian Kerjasama PKS agroforestry tanaman tebu ini sudah pasti menciptakan lapangan kerja bagi warga masyarakat kami. 

"Terima kasih untuk Perhutani KPH Blora atas kepercayaan yang diberikan kepada kami, Kami juga berkomitmen khususnya untuk wilayah Kecamatan Kunduran dan Todanan untuk turut serta menjaga kelestarian hutan dan lingkungan,”tuturnya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel