Tak Ingin Seperti Kudus, Dinkes Blora Minta Warga Taat Protokol Kesehatan


Plt.Kepala dinas Kesehatan Kabupaten Blora, Edi Widayat



BLORA - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blora meminta masyarakat untuk taat terhadap Protokol Kesehatan (Prokes) agar kasus Covid -19 di Kabupaten Kudus tidak terjadi di Kabupaten Blora. 

Plt.Kepala dinas Kesehatan Kabupaten Blora, Edi Widayat meminta Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) untuk terus melakukan penegakan protokol kesehatan (Prokes).  

"Kita minta Forkopimda, Forkopimcam untuk penegakan Prokes. Silahkan ada hiburan tapi taat dengan Prokes, kuncinya disitu," kata Edi, Kamis (3/6). 

Edi menerangkan kunci utama menekan angka penularan Covid -19 adalah kesadaran diri untuk selalu menjalankan Prokes. 

"Walaupun kita razia, obrak-abrik tapi kuncinya masyarakat harus taat pada melaksanakan Prokes. Jangan hanya takut kalau ada petugas Prokes, kalau gak ada sekarepe Dewe Podo wae," bebernya. 
 
Pihaknya pun mengaku siap menerima pasien rujukan Covid -19 dari Kabupaten Kudus. Namun sejauh ini memang belum ada permintaan dari Rumah Sakit di Kudus. 

"Kita siap sesuai kemampuan dan kapasitas rumah sakit masing-masing. Tapi sementara ditampung Semarang dan Pati. Belum ada rujukan tapi kita siap menampung, rumah sakit siap, ruang isolasi siap," jelasnya. 
 
Sementara itu, razia Yustisi Prokes juga terus dilakukan petugas gabungan di Kabupaten Blora. Belum lama ini sebanyak 49 orang terjaring tidak memakai masker saat razia yang digelar di Pasar Sido Makmur.

"Polres Blora bersama Kodim akan selalu bersinergi dengan Pemkab dan instansi terkait lainnya, tentunya  untuk menekan penularan Covid-19 di kabupaten Blora, apalagi saat ini ada peningkatan kasus positif Covid-19 di Blora," ucap Kabag Ops Polres Blora Kompol Supriyo di Pasar Sido Makmur. 
 
Dari data monitoring Covid -19 Kabupaten Blora, per Rabu (2/6/2021)  total kasus positif sebanyak 7.027 kasus. Sebanyak 37 pasien saat ini menjalani perawatan di rumah sakit, 164 menjalani isolasi mandiri di rumah, total pasien sembuh 6.470 dan yang meninggal 356 orang.(Ag/Mg)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel