Riset RPIK Dilahan Sawah Tadah Hujan Diharapkan Menjadi SDM Unggul di Bidang Pertanian

 

BLORA - Kapala Badan Litbang Pertanian, Dr. Fadjry Djufry, melaksanakan monitoring perkembangan kegiatan Riset Pengembangan Inovatif Kolaboratif (RPIK) Padi Lahan Sawah Tadah Hujan pada hari Kamis (17/6) di Desa Perantaan, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Riset Pengembangan Inovasi Kolaboratif (RPIK) Padi Lahan Sawah Tadah Hujan (LSTH) tersebut merupakan teknologi dan inovasi Kementan yang dapat dikembangkan secara masif. Dari kegiatan ini diharapkan akan dihasilkan paket teknologi padi produksi tinggi spesifik dan menaikan indeks pertanaman (IP) LSTH yang pada gilirannya dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani. 

Turut hadir dalam kegiatan monitoring tersebut Kepala BB Padi dan Kepala BBSDLP beserta Tim Peneliti LSTH Balitbangtan, serta Bupati Kabupaten Blora, H. Arief Rohman, SIP, M.Si yang didampingi oleh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Blora.

Dalam sambutannya, Fadjry menyebutkan bahwa kegiatan RPIK merupakan kegiatan kolaboratif yang tujuannya adalah transfer knowledge bagi para petani di lokasi.

"Melalui kegiatan ini diharapkan para petani dapat menyerap banyak ilmu dan menjadi SDM unggul khususnya di bidang pertanian, sehingga bisa mengajari petani lainnya", imbuh Fadjry.

Dari kegiatan ini juga diharapkan para petani dapat berkelompok dan berkorporasi untuk menjadi lebih baik.

"Kalau kita bersama-sama, insyaAllah hasilnya lebih baik dan meningkat juga kesejahteraannya", pungkasnya.

Bupati Blora Arief Rohman  yang turut hadir mengucapkan terimakasih atas terlaksananya program RPIK Padi Lahan Sawah Tadah Hujan di Kabupaten Blora. 

Kedepannya diharapkan pendampingan-pendampingan juga dapat dilakukan ke komoditas unggulan lainnya.

"Mudahan-mudahan kedepannya, pendampingan baik untuk ternak maupun hortikultura yang juga sangat potensial dapat dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat", imbuhnya.

Di akhir pertemuan tersebut, Kepala Desa Prantaan, Bogorejo, Blora, yang mewakili petani mengucapkan terimakasih karena para petani merasa terbantu atas program yang telah bisa meningkatkan indeks pertanaman menjadi IP 200. 

"Semoga pendampingan ini terus berlanjut agar pertanian di Bogorejo semakin maju", tutupnya.(Ag)

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel