Waspada, 20 Orang Di Blora Terserang Demam Berdarah

 

Petugas kesehatan sedang melakukan fogging, Selasa (13/4/2021)



BLORA  - Hati-hati bagi warga Blora, saat ini kasus demam berdarah dengue (DBD) cenderung merangkak naik. Hingga Senin (12/4/2021) kemarin,  tercatat sudah ada 20  warga Blora yang terserang penyakit yang penyebarannya melalui nyamuk aedes Aegypti itu.

Sementara itu, untuk yang terindikasi  Demam Dengue (DD) – masuk kategori DBD tetapi belum parah –red) ada 42 orang.

Kepala Seksi Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blora, Sutik, membenarkan jika  hingga pertengahan April 2021,  tercatat ada 20 warga Blora yang terserang DBD. Sementara itu, untuk  Dijelaskan, sebenarnya ada 33 orang yang teridentifikasi DBD, hanya saja yang lainnya masuk kategori Demam Dengue.

Dijelaskan, untuk yang masuk kategori  Demam Dengue (sama dengan DBD, hanya belum parah dan trombositnya belum naik 20 persen ada 42 orang. Untuk itu Sutik mengingatkan, agar seluruh warga Blora untuk waspada dengan potensi merebaknya serangan Demam Berdarah Dengue (DBD) saat ini.

Dari data yang ada, tiga besar kecamatan di Blora yang jumlah penderita Demam Berdarahnya terbanyak, masing-masing Kecamatan Randublatung, Blora dan Kecamatan Tunjungan.

Di bulan Maret 2021, jumlah kasus DBD di Blora mencapai 16. Dari 16 kasus DBD yang ada itu, dua diantaranya berada di wilayah Kelurahan Kauman,Blora Kota. Kepala Kelurahan Kauman, Marthin Ukie Andhana,SE, Msi membenarkan jika di wilayahnya ada dua warga yang terkena DBD.

Dikatakan, Ukie, panggilan akrab Kepala Kelurahan Kauman, dua warga yang terkena demam berdarah itu berada di RT 2 RW 2. 

‘’Alhamdulilah dari Dinkes sudah gerak cepat, yakni telah dilakukan fogging di wilayah itu Kamis (18/3/2021).  Terima kasih kepada pihak Dinkes yang sudah gerak cepat melakukan fogging di wilayah kami’’ tambah Lurah Marthin Ukie Andhana, Selasa (13/4/2021)

Seperti diketahui, di tahun 2021 ini, hingga Februari tercacat ada 33 warga Blora yang teridentifikasi terserang Demam Berdarah Dengue (DBD). Dari jumlah itu ada 6 orang yang dinyatakan DBD, sementara sisanya masuk kategori Demam Dengue.

Hal itu dibenarkan Kepala Seksi Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blora, Sutik. Dijelaskan, di tahun 2021 hingga awal Februari, tercatat ada 6 warga yang terserang DBD. Sebenarnya ada 33 orang yang teridentifikasi DBD, hanya saja yang lainnya masuk kategori Demam Dengue.

Sementara itu di tahun 2020, hingga awal bulan November 2020, tercatat ada 109 kasus DBD di Blora dengan dua angka kematian. Menurut Sutik, untuk kasus kematian akibat serangan DBD di tahun 2020, semuanya berasal dari Desa Beganjing, Kecamatan Japah.

Tiga kecamatan yang angka DBD nya tertinggi di tahun 2020, lanjut Sutik, adalah Kecamatan Blora, Cepu dan Ngawen. Sutik mengingatkan, soal Pembasmian Sarang Nyamuk (PSN) harus terus ditingkatkan, karena upaya pencegahan serangan DBD yang paling tepat adalah dengan rajin melakukan PSN. (Ag/mg)


Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel