BKSDA Wilayah I dan II Jateng Sambangi KPH Mantingan



 

MANTINGAN- Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Mantingan terima team dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) di ruang kerja Kepala Sub Seksi Perhutanan Sosial. Rabu (09/02). Team beranggotakanoleh Kepala Pengendali Ekosistem (PEH) Agus Sudartomo ,anggota Nugroho Dwi Cahyono dan Sutrisno, Jumat (12/2)

Administratur KPH Mantingan Widodo Budi Santoso melalui Wakil Administratur KPH Mantingan Dwi Anggoro Kasih dimasa Pandemi ini usaha Wana Wisata Kartini berhenti total. Semua operasional untuk pengkaran rusa juga perlu biaya. kolam renang kita yang tahun 2019 pendapatan WW Mantingan 503.511.000 rupiah. Tahun 2020 target 527.000.000 rupiah tetapi pendapatan hanya mencapai 148.198.000 rupiah karena masa pandemi covid 19. Untuk PenangkaranRusa Jenis Temorencis tetap berjalan, ada beberapa diantaranya yang mati karena faktor usia, dan ada juga yang lepas saat tembok wana wisata roboh. Ada beberapa rusa yang lari kehutan namun ada juga yang kembali ke habitatnya di Wana wisata,jelas dia.

 Ia juga melaporkan untuk tahun 2021 ini jumlah satwa Rusa di Wana Wisata KPH Mantingan sampai dengan bulan Februari 2021 berjumlah 11 ekor. bulan Desember mati 1 karena faktor usia.  yang tersisa tinggal 5 jantan 4 betina dan 1 betina anak rusa. untuk penangkaran rusa jumlahnya gak imbang antara jantan dan betina. Idealnya 1 jantan 4-5 ekor betina. jadi kita kelebihan rusa jantannya 3 ekor.

 “Lanjut dia,Wana Wisata kartini Matingan sekitar tahun 2003 dapat bantuan dari Istana Negara Bogor Rusa totol(axis-axis) sebanyak 5 ekor satu jantan dan 4 betina,nampaknya karena gak cocok dan perjalanan jauh 1 rusa stres dan mati. tinggal 4 dan tidak bisa berkembang biak karena kalah dengan rusa Jenis Temmorencis. Satu persatu mereka mati. karena gak cocok dengan alam yang ada di wana wisata KPH Mantingan.

Sementara Agus Sudartomo dari BKSDA berharap KPH Mantingan dapat mencari terobosan lain untuk memelihara satwa lain sesuai yang dapat dikembangkan di Wana Wisata kartini Mantingan,Terang dia. kami juga mengucapkan terima kasih kepada Perhutani Mantingan yang rutin melaporkan jumlah dan kondisi rusa Temorencis yang dipelihara di WW Wisata Kartini Mantingan. BKSDA wilayah 1 juga mengoperasikan Wana Wisata Alam di Sumber Semen Sale, yang dulu masuk Wilayah KPH Kebonharjo. bebernya.

 

Ia juga menambahkan bahwa BKSDA Jawa Tengah sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang bertugas mengelola 33kawasan konservasi yang berbentuk Cagar alam,Suaka Margasatwa,dan taman wisata di Jawa Tengah, serta koservasi tumbuhan dan Satwa liar dalam kawasan maupun diluar kawasan,” ujarnya. Dan kami berharap Perhutani dapat ikut menyebarluaskan informasi konservasi kepada masyarakat dalam rangka upaya meningkatkan perannya dalam pembangunan bidang konservasi sumber daya alam,”tuturnya.

 Agus Sudartomo juga menjelaskan Keputusan Menteri Kehutanan Nomor : 6187/Kpts-II /2002 tanggal 10 Juni 2002 bahwa organisasi dan tata kerja BKSDA ada dua aspek yag meliputi  pertama Melaksanakan Pengelolaan Kawasan Konservasi Cagar Alam (CA) dan Taman Wisata Alam (TWA).  yang yang kedua melaksanakan upaya konservasi Tumbuhan,Satwa liar baik dalam habitatnya (Konservasi in situ) dan diluar habitatnya ( Konservasi ex situ)” papar dia. Tahun 202i pandemi Covid sudah berangsur-angsur turun. dan dapat berkegiatan normal seperti biasanya. agar Wisata bergairah kembali dan para pengelola kebun binatang dapat merawat hewan pelihaaranya yang sementara ini terganggu faktor biaya pemeliharaan hewan yang cukup tinggi,pungkasnya. (Kom-PHT/Mnt/Sgt). 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel