PPS BLORA AKAN DILENGKAPI APD LEVEL 1

 

INDES-POLITIK-PPS BLORA AKAN DILENGKAPI APD LEVEL 1

BLORA, Komisioner KPUD Kabupaten Blora, Syaiful Amri dari Divisi SDM, Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih menyampaikan kepada para awak media, dalam kegiatan Sosialisasi Pilkada Damai, Aman dan Sehat, bahwa pelaksanaan teknis pemungutan suara akan melaksanakan protokol kesehatan ketat.

"Sesuai dengan Peraturan Komisi Pemilihan Umum, pelaksanaan Pilkada Serentak tetap akan berlangsung pada tanggal 9 Desember 2020, dengan pelaksanaan protokol kesehatan pencegahan Covid 19, yang ketat dan disiplin," ungkapnya, menjelaskan materi sosialisasi dari layar proyektor.

APD Level 1

Untuk mencegah timbulnya klaster baru dari proses pemungutan suara, seluruh Tempat Pemungutan Suara (TPS), menjalankan protokol kesehatan ketat, dengan menyediakan tempat cuci tangan, pengecekan suhu, masker 10% dari jumlah DPT masing - masing TPS yang berjumlah lebih dari 2000 TPS.

"Seluruh Petugas Pemungutan Suara dan Aparat Trantib menggunakan alat pelindung diri level 1, yaitu menggunakan masker, sarung tangan dan face Shield, sementara untuk pemilih disediakan tempat cuci tangan, pemeriksaan suhu, sarung tangan, masker 10% bagi yang tidak membawa, serta untuk tinta dioleskan atau diteteskan, jumlah pemilih dibatasi dan diatur jamnya, serta bagi pemilih yang tidak bisa datang, akan dihampiri oleh petugas dengan baju hazmat, APD Level 1" paparnya kembali. 

Dijelaskan pula bahwa Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Blora akan menggelar tes Covid -19 bagi seluruh penyelenggara. Jumlahnya mencapai 20.752 orang, terdiri dari Komisioner KPU, PPK, PPS, KPPS, dan Petugas Trantib. 

Komisioner KPUD Blora Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Masyarakat, Syaiful Amri menjelaskan, tes Covid -19 bagi seluruh penyelenggara rencananya akan mulai dilakukan pada tanggal 7 November ini. 

"Ini salah satu bentuk kesiapan kami kalau kami siap menggelar Pilkada aman dan bebas dari persebaran Covid -19," kata Amri, Sabtu (7/11). 

Siap Dengan Konsekwensi

Amri pun mengakui adanya konswekensi yang harus dihadapi dengan di gelarnya tes Covid -19 bagi seluruh penyelenggara pemilu. 

"Jelas konswekensinya nanti pasti ada yang reaktif dan non reaktif. Tapi mudah-mudahan tidak banyak," ucapnya. 

Tes Covid sendiri dijelaskan oleh Amri dilaksanakan di masing-masing Puskesmas di seluruh Kecamatan. 

"Untuk lokasi nanti tinggal kesanggupan masing-masing Puskesmas. Ada juga nanti yang di Bidan Desa, Balai Desa dan tempat yang telah ditentukan petugas kesehatan," paparnya. 

Pemilih Berkurang 

Lebih lanjut, Amri menyampaikan bahwa jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada pilkada 2020 ini jumlahnya berkurang sebanyak 6000 pemilih dibandingkan pada pilkada 2019. Menurutnya, banyak faktor yang menyebabkan turunnya jumlah DPT pada tahun ini.

“Pada pemilu 2019 jumlah DPT 706.940 orang, pada pilkada ini berkurang menjadi 700.995 pemilih atau berkurang sekitar 6 ribu dibanding 2019. Sedangkan DPT sudah kita umumkan di masing-masing balai desa dan tempat strategis lainnya,” jelasnya. (Roy)


Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel